Pada hari Senin, 26 Agustus 2024, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali mengadakan kegiatan penting berupa evaluasi kurikulum secara luring. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penyesuaian kurikulum sesuai dengan ketentuan terbaru yang diatur dalam Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Acara yang berlangsung di kampus UNUJA ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari dosen, pengelola program studi, hingga para mahasiswa yang turut dilibatkan dalam diskusi terbuka.
Salah satu sorotan penting dalam kegiatan ini adalah kehadiran pemateri utama, yaitu Wakil Presiden Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Nasional yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar LLDIKTI Wilayah II, Bapak Yanuar Dwi Prastyo, Ph. D. Kehadiran beliau membawa perspektif yang sangat strategis terkait evaluasi dan penyesuaian kurikulum yang sesuai dengan standar nasional. Dengan pengalamannya yang luas di bidang pendidikan, pemateri memberikan panduan tentang bagaimana program studi dapat mengadaptasi kebijakan baru yang tertuang dalam Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, serta memberikan arahan terkait tren terbaru dalam pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.
Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 merupakan regulasi terbaru yang mengatur Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang menjadi dasar bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menyesuaikan kurikulumnya. Salah satu poin utama dalam kebijakan ini adalah peningkatan fleksibilitas dalam desain kurikulum, di mana program studi didorong untuk menciptakan kurikulum yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan teknologi, kebutuhan pasar kerja, serta tantangan globalisasi.
Wakil Presiden Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dalam penyampaiannya, menegaskan bahwa kurikulum yang fleksibel adalah kebutuhan mutlak di era modern ini. “Pendidikan bahasa Inggris tidak hanya berfokus pada kemampuan linguistik, tetapi juga harus mencakup pengembangan soft skills, kemampuan berpikir kritis, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Dalam konteks ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNUJA diharapkan dapat memperkaya kurikulumnya dengan mata kuliah yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti pemanfaatan teknologi dalam pengajaran bahasa, literasi digital, serta metodologi pengajaran yang berpusat pada peserta didik. Hal ini tentunya sejalan dengan semangat Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 yang mendorong pengembangan lulusan yang unggul dan siap menghadapi dunia kerja.
Kegiatan evaluasi kurikulum ini dilaksanakan secara luring di kampus UNUJA. Para peserta, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan para pengelola program studi, turut aktif dalam diskusi dan menyampaikan masukan-masukan yang konstruktif. Evaluasi secara langsung ini menjadi kesempatan bagi seluruh civitas akademika untuk berdialog mengenai relevansi kurikulum yang sedang diterapkan, serta mengidentifikasi peluang perbaikan.
Menurut salah satu dosen yang hadir, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga forum untuk berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini, karena evaluasi ini membuka ruang bagi kami untuk memahami kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja lebih dalam, serta menyempurnakan kurikulum kami agar lebih kompetitif,” tuturnya.
Selain itu, para mahasiswa juga dilibatkan dalam sesi diskusi, di mana mereka diberikan ruang untuk memberikan umpan balik tentang pengalaman belajar mereka. Partisipasi aktif dari mahasiswa ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi, karena memberikan perspektif dari pengguna langsung kurikulum yang sedang diterapkan.
Evaluasi kurikulum ini menjadi langkah awal yang signifikan bagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNUJA untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian yang lebih relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan arahan dari pemateri yang berpengalaman, diharapkan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir dalam bahasa Inggris, tetapi juga memiliki kompetensi yang luas, mampu beradaptasi dengan perubahan global, dan siap berkontribusi di berbagai bidang.
“Harapan kami, lulusan dari UNUJA tidak hanya siap bekerja di sektor pendidikan, tetapi juga di sektor-sektor lain yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan literasi bahasa Inggris yang tinggi,” ujar pemateri dalam sesi penutupnya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi UNUJA untuk terus berinovasi dalam menghadirkan kurikulum yang responsif terhadap perubahan zaman, serta berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.