Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sukses menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan pada tanggal 11 November 2022 dengan mengusung tema “Building Creative Englishpreneurs: Turning Language Skills into Business Opportunities.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang memberikan wawasan mengenai peluang kewirausahaan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris.
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dengan penuh antusias sebagai bentuk penguatan kompetensi non-akademik di bidang kewirausahaan. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikembangkan secara kreatif dan inovatif, seperti dalam bidang kursus bahasa, content creator edukasi, penerjemahan, public speaking training, tour guide internasional, hingga bisnis digital berbasis pendidikan.
Selain membahas peluang usaha, peserta juga mendapatkan motivasi tentang pentingnya membangun mindset entrepreneur sejak di bangku kuliah. Narasumber menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga harus mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak mahasiswa menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan usaha berbasis keterampilan bahasa Inggris di era digital saat ini. Seminar ini juga memberikan gambaran nyata mengenai strategi membangun usaha dari skala kecil hingga mampu berkembang secara profesional.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyampaikan bahwa kegiatan seminar kewirausahaan ini menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
“Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha berbasis keterampilan bahasa. Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa mampu melihat bahasa Inggris bukan hanya sebagai kompetensi akademik, tetapi juga sebagai peluang bisnis dan pengembangan karier,” ungkap Kaprodi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, membangun kreativitas, serta memanfaatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai modal untuk menciptakan peluang usaha di masa depan.